HAK CIPTA LAGU : Antara Harta & Dilema

lstilah ‘hak cipta’ sudah tidak asing di telinga kita, namun masih banyak yang belum memahami arti penting hak cipta. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai hak cipta yang berkaitan dengan musik .

I. LAHIRNYA HAK CIPTA

lsu mengenai pentingya

MARI LEBIH DEKAT MENGENAL SAXOPHONE

Setelah sekian lama,akhirnya blog ini aktif kembali. Terima kasih untuk semua tanggapan dan komentar semua teman di blog ini. Karena Kesibukan dan pekerjaan Saya, maka saya jarang menulis dan belum menjawab komentar teman -teman semua.

Ok,Sepertinya cukup banyak yang tertarik dengan musik, khususnya instrument Saxophone. Dalam tulisan ini kita akan mulai membahas sejarah saxophone, tapi sebelumnya saya ingin menyampaikan sedikit kepada seluruh Pembaca blog ini, terutama yang berasal dari Indonesia, bahwa Saxophone adalah alat musik yang lahir di benua Eropa dan merupakan salah satu bentuk hasil peradaban Eropa yang banyak diawali dengan pergerakan budaya di sana.

Maksud Saya adalah meskipun kita tertarik pada musik barat, khususnya instrumen Saxophone, namun kita tetap harus bangga terhadap budaya bangsa kita sendiri melalui apresiasi terhadap musik tradisional yang identitas orisinal bangsa lndonesia, dengan kata lain jangan sampai kita melupakan budaya bangsa sendiri. Seimbangkan minat kita terhadap musik barat dengan musik asli bangsa lndonesia yang sangat beragam dan bernilai seni tinggi. Ayo kita lestarikan musik tradisional lndonesia untuk memperkuat identitas kita sebagai bagian dari Bangsa lndonesia yang memiliki peradaban yan sangat tinggi.

Jangan tinggalkan musik tradisional kita……

 

Tantangan Profesi Musisi di Masa Depan

Seringkali seorang musisi ditanya oleh orang-orang di sekitarnya mengenai pekerjaan yang dilakukannya sehari-hari. Jika orang awam mendengar tentang profesi musisi, pada umumnya mereka langsung menghubungkan profesi musisi dengan istilah “pemain band”.  Secara sepintas kedua istilah tersebut berkesan tidak memiliki perbedaan mendasar. Namun jika dikaji dari sudut pandang gramatikal,  keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Istilah “pemain band” memiliki makna yang sangat umum dan bersifat atributif,  sedangkan istilah “musisi” memiliki makna yang lebih spesifik dan untuk dapat mencapai tahap profesi musisi dibutuhkan suatu tahapan-tahapan/proses dan standar kompetensi tertentu untuk mencapainya.
Perkembangan pendidikan musik formal di NKRI ini cukup memprihatinkan, meskipun dalam beberapa tahun ke belakang sudah mulai mengalami kemajuan yang sangat pesat dari berbagai aspek. Hal ini tidak dapat dipungkiri, karena pada umumnya masyarakat Indonesia masih menganggap bidang profesi musik hanya dianggap sebagai hobi belaka dan dianggap bukan suatu bidang yang memiliki prospek cerah di masa depan bagi para pelakunya. Salah satu indikator yang dapat dijadikan alasan untuk memperkuat argumen tersebut adalah masih minimnya minat para lulusan SMU untuk meneruskan pendidikan formal di bidang musik atau seni secara umum. Para orang tua masih menganggap bahwa profesi ini tidak memiliki masa depan yang cerah.
Tulisan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman musisi terhadap profesi yang diembannya dan esensi dari musik sebagai salah satu bagian/bidang seni yang menjadi obyek utama dari profesi musisi.
Musisi atau Pemain Band?
Istilah “pemain band” secara implisit meliputi band sebagai suatu sarana/kelompok dimana setiap individu dengan kemampuan memainkan instrumen musik yang berbeda berkumpul dalam wadah tersebut untuk bersama-sama memainkan dan menciptakan karya musik, baik karya yang diciptakan sendiri atau memainkan karya orang lain. Penggunaan istilah “pemain” berkesan hanya bersifat atributif, artinya hanya mencakup pengertian “bisa memainkan” saja dan tidak melalui proses sistematis untuk mencapai tingkat kompetensi tertentu.
Penggunaan istilah “pemain band” lebih banyak diartikan sebagai suatu kemampuan untuk memainkan musik atau jenis tertentu dengan menggunakan suatu jenis instrumen musik tertentu saja.
Sedangkan “musisi” sebagai suatu profesi membutuhkan lebih dari sekedar kemampuan seseorang dalam memainkan suatu alat musik tertentu.
Dalam dunia modern dan seiring dengan semakin berkembangnya populasi masyarakat dunia serta kemajuan teknologi dan informasi, maka Musisi sebagai pengemban profesi di bidang musik dituntut untuk mampu mengemban 2 (dua) fungsi utama, yaitu sebagai
  1. Seniman/Artis yang tetap mempertahankan aspek estetika/artistik dalam bermusik; sekaligus sebagai
  2. seorang entrepreneur dalam konteks pengelolaan musik sebagai suatu entitas bisnis.
Kedua fungsi di atas diwujudkan melalui upaya-upaya peningkatan kemampuan seorang musisi dalam hal :
  1. Peningkatan kemampuan musikal seorang musisi dalam rangka meningkatkan kepekaan artistik seorang musisi terhadap musik (melalui proses berlatih,berkarya);
  2. Peningkatan kemampuan manajerial dan entrepreneurship untuk menangkap  peluang-peluang  bisnis yang berkaitan dengan musik, serta kemampuan untuk mengelola organisasi bisnis yang berkaitan dengan tujuan pencapaian profit dalam dunia musik.

Dalam rangka mempertahankan aspek estetika/artistik dari musik, tugas utama seorang pengemban profesi musik (musisi) adalah belajar, berlatih, dan berkarya.  Proses belajar yang dimaksud adalah mengkaji,mempelajari, menganalisis segala sesuatu yang berkaitan dengan kaidah-kaidah dalam dunia seni musik, baik itu seni musik tradisional (municipal arts) maupun seni musik yang berasal dari akar seni musik Eropa/Barat yang menggunakan tangga nada diatonis. Sedangkan yang dimaksud dengan berlatih adalah suatu proses yang dilakukan oleh musisi dengan menggunakan media instrumen tertentu atau  tanpa media instrumen tertentu ( misal: penyanyi) yang betujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik individual seorang musisi melalui upaya sinkronisasi fisik, otak, dan imajinasi. Tahap akhir dari tugas seorang musisi adalah melahirkan karya yang merupakan tingkatan tertinggi dari aktualisasi peran seorang musisi. Pada tahap penciptaan sebuah karya musik, seorang musisi harus berpikir secara “bebas” dan tidak terikat pada berbagai hal yang membatasi proses penciptaanya.