Tantangan Profesi Musisi di Masa Depan

Seringkali seorang musisi ditanya oleh orang-orang di sekitarnya mengenai pekerjaan yang dilakukannya sehari-hari. Jika orang awam mendengar tentang profesi musisi, pada umumnya mereka langsung menghubungkan profesi musisi dengan istilah “pemain band”.  Secara sepintas kedua istilah tersebut berkesan tidak memiliki perbedaan mendasar. Namun jika dikaji dari sudut pandang gramatikal,  keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Istilah “pemain band” memiliki makna yang sangat umum dan bersifat atributif,  sedangkan istilah “musisi” memiliki makna yang lebih spesifik dan untuk dapat mencapai tahap profesi musisi dibutuhkan suatu tahapan-tahapan/proses dan standar kompetensi tertentu untuk mencapainya.
Perkembangan pendidikan musik formal di NKRI ini cukup memprihatinkan, meskipun dalam beberapa tahun ke belakang sudah mulai mengalami kemajuan yang sangat pesat dari berbagai aspek. Hal ini tidak dapat dipungkiri, karena pada umumnya masyarakat Indonesia masih menganggap bidang profesi musik hanya dianggap sebagai hobi belaka dan dianggap bukan suatu bidang yang memiliki prospek cerah di masa depan bagi para pelakunya. Salah satu indikator yang dapat dijadikan alasan untuk memperkuat argumen tersebut adalah masih minimnya minat para lulusan SMU untuk meneruskan pendidikan formal di bidang musik atau seni secara umum. Para orang tua masih menganggap bahwa profesi ini tidak memiliki masa depan yang cerah.
Tulisan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman musisi terhadap profesi yang diembannya dan esensi dari musik sebagai salah satu bagian/bidang seni yang menjadi obyek utama dari profesi musisi.
Musisi atau Pemain Band?
Istilah “pemain band” secara implisit meliputi band sebagai suatu sarana/kelompok dimana setiap individu dengan kemampuan memainkan instrumen musik yang berbeda berkumpul dalam wadah tersebut untuk bersama-sama memainkan dan menciptakan karya musik, baik karya yang diciptakan sendiri atau memainkan karya orang lain. Penggunaan istilah “pemain” berkesan hanya bersifat atributif, artinya hanya mencakup pengertian “bisa memainkan” saja dan tidak melalui proses sistematis untuk mencapai tingkat kompetensi tertentu.
Penggunaan istilah “pemain band” lebih banyak diartikan sebagai suatu kemampuan untuk memainkan musik atau jenis tertentu dengan menggunakan suatu jenis instrumen musik tertentu saja.
Sedangkan “musisi” sebagai suatu profesi membutuhkan lebih dari sekedar kemampuan seseorang dalam memainkan suatu alat musik tertentu.
Dalam dunia modern dan seiring dengan semakin berkembangnya populasi masyarakat dunia serta kemajuan teknologi dan informasi, maka Musisi sebagai pengemban profesi di bidang musik dituntut untuk mampu mengemban 2 (dua) fungsi utama, yaitu sebagai
  1. Seniman/Artis yang tetap mempertahankan aspek estetika/artistik dalam bermusik; sekaligus sebagai
  2. seorang entrepreneur dalam konteks pengelolaan musik sebagai suatu entitas bisnis.
Kedua fungsi di atas diwujudkan melalui upaya-upaya peningkatan kemampuan seorang musisi dalam hal :
  1. Peningkatan kemampuan musikal seorang musisi dalam rangka meningkatkan kepekaan artistik seorang musisi terhadap musik (melalui proses berlatih,berkarya);
  2. Peningkatan kemampuan manajerial dan entrepreneurship untuk menangkap  peluang-peluang  bisnis yang berkaitan dengan musik, serta kemampuan untuk mengelola organisasi bisnis yang berkaitan dengan tujuan pencapaian profit dalam dunia musik.

Dalam rangka mempertahankan aspek estetika/artistik dari musik, tugas utama seorang pengemban profesi musik (musisi) adalah belajar, berlatih, dan berkarya.  Proses belajar yang dimaksud adalah mengkaji,mempelajari, menganalisis segala sesuatu yang berkaitan dengan kaidah-kaidah dalam dunia seni musik, baik itu seni musik tradisional (municipal arts) maupun seni musik yang berasal dari akar seni musik Eropa/Barat yang menggunakan tangga nada diatonis. Sedangkan yang dimaksud dengan berlatih adalah suatu proses yang dilakukan oleh musisi dengan menggunakan media instrumen tertentu atau  tanpa media instrumen tertentu ( misal: penyanyi) yang betujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik individual seorang musisi melalui upaya sinkronisasi fisik, otak, dan imajinasi. Tahap akhir dari tugas seorang musisi adalah melahirkan karya yang merupakan tingkatan tertinggi dari aktualisasi peran seorang musisi. Pada tahap penciptaan sebuah karya musik, seorang musisi harus berpikir secara “bebas” dan tidak terikat pada berbagai hal yang membatasi proses penciptaanya.

About Boyke Priyo Utomo

Nama : Boyke Priyo Utomo Tempat/Tgl.Lahir : Bandung, April,4th ,1977 Alamat : Kompleks Lembah Permai Hanjuang Y-9 Cihanjuang Cimahi Utara 40513 - West Java – Indonesia Telepon : +62811203507 Email : bebopsax2002@yahoo.com & 2096012@student.unpar.ac.id Instrument : tenor saxophone, sophrano saxophone, & flute Pendidikan Formal : Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan Bandung Profesi : 1. Musisi dengan instrumen Tenor & Sophrano Saxophone, Flute. 2. Dosen Luar Biasa pada Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Unpas Bandung untuk Mata Kuliah Manajemen Jasa Seni, Pengetahuan Hak Cipta, & Saxophone; 3. Advokat Magang dengan nomor Ijin Sementara Praktik Advokat 003725/PERADI-magang/08.12.07/08 Pengalaman Organisasi : 1. Anggota FKPPI 1996 – sekarang 2. Wakil Sekretaris Komando Inti (KOTI) PEMUDA PANCASILA Majelis Pimpinan Wilayah Provinsi Jawa Barat 3. Ketua Dewan Pimpinan Daerah PARTAI PEMUDA INDONESIA Provinsi Jawa Barat periode 2008-2013 4. Anggota Serikat Pengacara Indonesia Kota Bandung SEMINAR & WORKSHOP : 1. Lokakarya HAM, April 5 and 6, 2002(law faculty of Parahyangan Catholic University) 2. " Permasalahan Umum Masalah Asuransi", April 19, 2002 (law faculty of Parahyangan Catholic University) 3. One Day Tutorial : " Audit Laporan Keuangan & Aspek Hukumnya", May 4, 2002 (law faculty of Parahyangan Catholic University) 4. Seminar "Hasil Penelitian Implementasi Pasal 18 Undang-undang No. 8 th. 1999 ttg. Perlindungan Konsumen dlm Polis Asuransi", September 24, 2002 (law faculty of Parahyangan Catholic University) 5. Open Discussion : " Penegakkan Prinsip Piercing The Corporate Veil di Pengadilan Indonesia", April 12, 2003 (law faculty of Parahyangan Catholic University) 6. Workshop : " Legal Drafting, Contract Drafting, & Negotiation Technique", Unpad March 28 and 29, 2003 (ASEAN Law Student's Association & Hadiputranto Hadinoto & partners) 7. Advocacy training : ''Penyesaian Sengketa di Bidang Asuransi'', April 14 and 15, 2003 (law faculty of Parahyangan Catholic University). FINAL PROJECT : " ANALISIS YURIDIK MEMORANDUM OF UNDERSTANDING DALAM KONTRAK BISNIS INTERNASIONAL" (LEGAL ANALYSIS OF MEMORANDUM OF UNDERSTANDING ON INTERNATIONAL BUSINESS CONTRACT) Musical experiences : 1. Jazz Goes To Campus 2002 University of Indonesia, joined with Jam O Bembe 2. Indonesia Open Jazz 2002, with Imel & friends 3. Bali Jazz Festival 2005, with IPQuartet 4. Oele Pattiselanno & friends concert at Taman Ismail Marzuki, on 2005 5. Java Jazz Festival 2006, with IPQuartet, Bobb Quartet, & Rieka Roslan 6. Playing regularly in 9 Muses Resto Jakarta during April 2006 with Jazz Latino 7. Jazz Goes To Campus 2002 University of Indonesia 2006, dengan Rieka Roslan & friends 8. Jak Jazz 2006, dengan Rieka Roslan & friends 9. Java Jazz 2,3,4 March 2007, dengan BOBB Quartet and Rieka Roslan 10. Java Jazz 6,7,8 March 2009, dengan Imel Rosalin Quintet 11. Urban Jazz Crossover, 6 and 22 May 2009 (Medan & Jakarta) 12. Jazz Break Revival, 22 April 2009 dengan Boyke Priyo Utomo project. 13. Kampoeng Jazz Unpad Bandung, 31 May 2009 dengan Boyke Priyo Utomo Project.

Posted on 8 November 2009, in Jazz & Music Theory and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Masih dalam proses…sabar ya…

  2. halo, senang bertemu Anda melalui blog ini saya Agus Suhanto, posting yg bagus🙂
    lam kenal yee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: